Tampilkan postingan dengan label Berita yahoo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita yahoo. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

Dinosaurus yang Mengeluarkan Gas Mungkin Hangatkan Bumi

Dinosaurus yang Mengeluarkan Gas Mungkin Hangatkan Bumi

Washington (AFP/ANTARA) - Dinosaurus raksasa yang berkeliaran dibumi pada jutaan tahun yang lalu mungkin menghangatkan planet bumi dengan gas yang mereka hasilkan dari tanaman dan berdaun, kata ilmuwan Inggris pada Senin.

Sama seperti sapi modern saat ini yang mengeluarkan sejumlah gas metan pada proses pencernaan mereka, 20.000 kilogram sauropoda memberikan kontribusi dengan cara yang sama, dan mungkin lebih, dan menghangatkan iklim, kutip sebuah studi dalam jurnal Biology AS saat ini.

Iklim selama Era Mesozoikum, yang berlangsung selama 250 juta tahun lalu menjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu, diyakini menjadi lebih panas daripada sekarang ini.

Dengan tubuh besar dan leher panjang yang dimiliki sauropoda seperti Brontosaurus untuk merumput di bawah atau pada puncak pohon tertinggi, makhluk ini masih banyak pada 150 juta tahun yang lalu, mulai dari beberapa individu untuk beberapa lusin per kilometer persegi.

Mereka mungkin memancarkan sebanyak 520 juta ton per tahun emisi metana global, tingkat yang sebanding dengan total yang dilepaskan hari ini oleh hewan dan kegiatan industri, kata penulis penelitian.

Saat ini 80 juta metrik ton metana dihasilkan setiap tahun oleh ternak dunia, naik sekitar 28 persen emisi metana global terjadi atas ulah manusia menurut US Environmental Protection Agency.

"Sebuah model matematis sederhana menunjukkan bahwa mikroba yang tinggal di dinosaurus sauropoda mungkin menghasilkan cukup metana untuk memberikan efek yang penting pada iklim Mesozoikum," kata Dave Wilkinson of Liverpool John Moores University.

"Memang, perhitungan kami menunjukkan bahwa dinosaurus ini bisa menghasilkan lebih banyak metana dari semua sumber modern - baik alam dan buatan manusia - disatukan."

Sekitar 150 tahun lalu, sebelum industri modern berkuasa, emisi metana sekitar 200 Tg per tahun, kurang dari setengah Era Mesozoikum. (as/ar)

Senin, 16 Januari 2012

Ada Bola Beton di Atas KRL

Ada Bola Beton di Atas KRL

Liputan6.com, Jakarta: PT Kereta Api Indonesia akan memasang bola-bola beton sebagai penghalang untuk mencegah penumpang di atap kereta. Bola beton nantinya dipasang sepanjang Stasiun Bekasi hingga Stasiun Tambun.
Bola-bola beton akan dipasang di tiang yang berbentuk seperti bando. Sebagai penyangga, fondasi dibuat kuat untuk menahan bola yang dipasang. Jika bola beton itu menghantam penumpang, pasti akan terasa sangat sakit.
Rencana pemasangan bola beton, sebenarnya didukung sebagian penumpang kereta api. Meski risiko menumpang di atas atap kereta sangat berbahaya. Namun rencana ini harus disertai dengan penambahan daya tampung gerbong juga.
PT KAI telah melakukan berbagai macam cara agar penumpang tak naik ke atap kereta mulai dari razia, memasang penyemprot air berwarna, memasang rambu pemukul, hingga kawat berduri. Namun penumpang di atap tak pernah habis.(JUM)

Ada Delapan Celah Seismik Rawan Tsunami

Ada Delapan Celah Seismik Rawan Tsunami


REPUBLIKA.CO.ID,PACITAN --  Sedikitnya ada delapan kawasan "seismik gap" (celah seismik) di Indonesia yang saat ini berpotensi mengalami gempa besar dan berpotensi tsunami. "Delapan celah seismik yang berpotensi tsunami itu terbentang Pulau Sumatera, Jawa, hingga pulau-pulau di sekitar Nusa Tenggara Timur," terang Direktur Pesisir dan Kelautan KKP Soebandono Diposaptono, Ahad (15/1)
Ia menjelaskan, celah seismik pertama berada di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat.
Celah sisimik di wilayah ini menurut analisa Soebandono, terpicu oleh gempa bumi berkekuatan 9,1 skala richter (SR) yang menyebabkan tsunami di Aceh pada tahun 2004 dan gempa Bengkulu tahun 2007.
Sedangkan celah kedua terbentang mulai Lampung sampai sekitar Pantai Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).
"Kabupaten Pacitan masuk di celah ketiga, sejajar dengan Cilacap, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Trenggalek. Celah tersebut merupakan berada di antara peristiwa tsunami Jatim tahun 1994 dan tsunami Jabar tahun 2006," paparnya.
Ke arah timur, celah seismik berada di sekitar Provinsi Bali dan muncul karena gempa di Banyuwangi pada 1994 silam dan Sumbawa Timur tahun 1977. Celah tersebut menurut Soebandono, memanjang sampai ke Samudera Pasifik.
"Kemudian di Selat Ambon, yang Halmahera itu. Tapi jangan lupa juga yang di utara Flores. 'Flores Back Arch' yang menimbulkan tsunami Flores tahun 1992," imbuhnya.
Berdasarkan catatan KKP, sejak tahun 1600 hingga saat ini telah terjadi 110 kali tsunami di berbagai kawasan pesisir yang berada di jalur pertemuan lempeng, yakni lempeng Eurasia - Indo Australia serta lempeng Eurasia - Pasifik. "Yang harus dicatat, frekwensi tsunami sejak kurun tahun 1960 hingga sekarang justru meningkat. Total sudah terjadi 23 kali tsunami pada kurun 50 tahun terakhir," katanya.

Gempa Guncang Jepang di Awal Tahun 2012

Gempa Guncang Jepang di Awal Tahun 2012

REPUBLIKA.CO.ID, IZU - Gempa berkekuatan 7.0 skala richter mengguncang Jepang pada Ahad (1/1). Tidak ada korban cedera dan kerusak. Tidak ada pula peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Gempa terjadi pada Ahad (1/1) dekat wilayah paling timur Pulau Izu, Samudera Pasifik, atau sekitar 600 km Selatan Tokyo. ''Titik gempa berpusat 370 km bawah laut,'' tulis Aljazeera mengutip sumber badan meteorologi.
Beberapa kereta di seluruh 'Negeri Matahari' itu sempat dihentikan sementara. Penghentian operasi dilakukan untuk pemeriksaan keamanan. Setelah dicek, kereta kembali beroperasi seperti semula.
Kerusakan juga tidak terjadi pada pembangkit listrik wilayah tersebut. ''Itu termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir yang masih lumpuh akibat terkena bencana gempa bumi dan tsunami bulan maret lalu,'' sebut media NHK melaporkan.
Gempa bumi merupakan hal umum yang terjadi di Jepang. Hal itu terjadi karena Jepang salah satu daerah seismik paling aktif di dunia.
Negara ini menyumbang sekitar 20 persen gempa bumi yang terjadi di dunia. Besar kekuatan gempanya pun mencapai 6.0 skala richter atau bahkan lebih.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons