Tampilkan postingan dengan label UAN 2012/2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UAN 2012/2013. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

Jadwal UNAS SMA/MA 2012

Jadwal UN Unas SMA 2012

altJAKARTA, Para pelajar SMA/MA dapat mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi ujian nasional (UN) 2012. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis, Rabu (30/11/2011), UN 2012 untuk tingkat SMA/MA akan digelar pada 16-19 April 2012. Sementara UN susulan akan dilaksanakan 23-16 April 2012.

Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012 dan UN susulan berlangsung pada 30 April-4 Mei 2012.

Adapun, untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012 dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012.

Pengumuman hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB, dan SMALB pada 2 Juni 2012, sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.


Dalam jumpa pers kemarin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, Ujian Nasional (UN) 2012 tetap akan digelar. Kritik dan pandangan yang disampaikan sejumlah pihak terhadap pelaksanaan UN, menurut dia, tidak perlu diperdebatkan lagi. Ia mengungkapkan, hal yang lebih substansial untuk didiskusikan adalah bagaimana agar pelaksanaan UN berjalan lebih baik.
Sumber : kompas.com

Senin, 02 Januari 2012

TO UAN 2012

detikcom
'TO UAN 2012'
Yogyakarta - Hasil Ujian Nasional (UN) sampai saat ini baru menjadi syarat kelulusan siswa. Namun jika hasil UN tingkat SMA tahun 2012 kredibel, dapat menjadi syarat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Kalau hasilnya kredibel, dapat dipertanggungjawabkan. Sesuai PP 19 Tahun 2005, harusnya bisa untuk syarat masuk PTN," kata anggota Koordinator UN tingkat pusat,
Prof Dr Djemari Mardapi kepada wartawan dalam Sosialisasi UN 2012 di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Rabu (28/12/2011).

Djemari mengatakan usulan itu sudah mendapat lampu hijau dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Ditjen Dikti. Namun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) masih menunggu hasil UN yang digelar 16 April 2012.

"Selain itu harus ada kesepakatan dengan majelis rektor seluruh Indonesia," kata anggota BSNP itu.

Menurut dia, kredibilitas pelaksanaan UN akan diukur melalui beberapa indikator. Salah satu di antaranya mulai dari laporan dari pengawas, guru dan perguruan tinggi (PT) yang ditunjuk hingga perbandingan hasil UN antar daerah.

"Kami berharap tim evaluasi masing-masing daerah dapat menyelesaikan tugasnya sebelum pelaksanaan ujian seleksi di tingkat PTN. Dari hasil itu PTN bisa menetapkan kebijakan tersebut dalam menjaring mahasiswa," katanya.

Untuk komposisinya lanjut dia, akan diserahkan kepada masing-masing PTN sampai ada keputusan resmi Mendikbud. Dengan demikian sangat dimungkinkan masing-masing PTN bebas menentukan komposisi seleksi mahasiswa baru.

"Rasio perbandingannya bisa 50 persen UN dan 50 persen ujian mandiri. Tergantung kemampuan masing-masing PTN," pungkas dia.

(bgs/anw)

Kebijakan UN 2012 Tidak Berubah

Kebijakan UN 2012 Tidak Berubah

file server jardiknas
JAKARTA, – Meski menjadi perdebatan banyak pihak, kebijakan mengenai ujian nasional (UN) tahun 2012 tidak akan berubah. Kepala Balitbang Kemdiknas, Khairil Anwar menyatakan, kebijakan UN tidak akan berubah dan belum ada arahan dari Mendiknas untuk melakukan perubahan kebijakan UN.
"Kebijakan UN sebagai penentu kelulusan tidak akan berubah dengan porsi 60:40, namun secara teknis akan terus disempurnakan dan juga akan kita kaji mengenai tingkat kesulitan soal, distribusi dan pengamanannya," kata Khairil, di Jakarta, Jumat (23/9/2011).
Namun, untuk menjamin kualitas UN agar mengalami peningkatan kualitas setiap tahunnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbang Kemdiknas) bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menggelar lokakarya nasional dengan tema "Manajemen Penyelenggaraan Ujian Nasional 2012: Peningkatan Kualitas, Akseptabilitas, dan Kredibilitas Ujian Nasional".
Lokakarya nasional ini digelar di Bogor selama tiga hari, 23-25 September 2011, dan dihadiri oleh seluruh pihak terkait, seperti seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia, perwakilan guru, komite sekolah, dewan pendidikan dan lain sebagainya.
"Lokakarya ini merupakan forum diskusi perumusan untuk UN yang lebih baik. Karena UN ini sendiri mendapat dukungan beragam pihak," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal,  saat membuka lokakarya tersebut, Jumat (23/9/2011) di Kantor Pusat Kemdiknas, Jakarta.
Fasli menjaskan, dalam lokakarya ini, secara khusus akan dibicarakan mengenai evaluasi UN sebelumnya, memperbaiki organisasi, manajemen, dan mekanisme penyelenggaraan UN tahun depan.
"Ini untuk mendapatkan hasil ujian yang berkualitas, kredibel dan acceptable. Juga mampu meningkatkan kejujuran," ujar Fasli.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons